Festival Musik dalam Layar

——————————

Tentang Festival Musik dalam Layar

—————

Festival Musik dalam Layar adalah sebuah serial empat kali pertunjukan virtual yang akan diselenggarakan dalam empat minggu di bulan September – Oktober 2020, yang menampilkan musisi dan seniman bunyi Indonesia.

Selain memberikan ruang kepada musisi dan seniman bunyi untuk tetap hadir menyapa pendengar yang lebih luas dengan memanfaatkan akses internet, festival ini juga membuka kesempatan bagi para musisi dan seniman bunyi Indonesia yang terdampak secara ekonomi selama pandemi COVID-19 untuk setidaknya bisa mendapatkan pendapatan dari partisipasinya dalam program ini.

Festival ini juga mengajak rekan-rekan penonton untuk berdonasi langsung melalui inisiatif-inisiatif yang mendukung dan membantu para pekerja kreatif di Indonesia.

Festival ini diinisiasi oleh Jay Afrisando dengan didukung oleh dana hibah (grant) dari Onebeat Accelerator, New York, Amerika Serikat.

 

Siapa saja yang dapat berpartisipasi dalam festival ini?

—————

Untuk berpartisipasi sebagai penampil dalam festival ini, Anda hanya perlu memenuhi satu syarat berikut ini: WNI dan berdomisili di wilayah negara Indonesia.

Meskipun demikian, kami memprioritaskan para musisi dan seniman bunyi yang terdampak secara ekonomi selama pandemi COVID-19, seperti pembatalan pentas, kehilangan kontrak kerja, dll. 

Program ini mengedepankan keberagaman, termasuk keberagaman format penampil (solo/duo/grup yang terdiri dari tiga orang atau lebih), genre musik (dangdut, jazz, pop, rock, keroncong, metal, musik tradisi Indonesia dan jenis-jenis musik lain yang bahkan tidak termasuk dalam genre tertentu secara umum), asal/domisili penampil, dan juga gender. Sehingga diharapkan program ini bisa memberikan gambaran yang cukup luas terhadap keberagaman dan perkembangan musik dan seni bunyi di Indonesia.

Penampil Terpilih Festival Musik dalam Layar

—————

 

Sebelumnya kami ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan seluruh musisi dan seniman bunyi yang telah mendaftarkan diri dalam panggilan terbuka untuk Festival Musik dalam Layar

Dalam panggilan terbuka tersebut kami menerima 63 pendaftar dengan latar belakang musik, genre, gender, dan domisili yang beragam. Selama proses kurasi, kami sangat terkesan dan turut bangga dengan karya-karya teman-teman musisi dan seniman bunyi yang tersebar di seluruh Nusantara. 

Setelah melalui proses kurasi bertahap, kami Tim Kurator Festival Musik dalam Layar telah memilih 12 penampil untuk bekerja sama mewujudkan festival ini, sebagai berikut:

 

Episode #1

  1. Septina Rosalina Layan

  2. Gema & Tessa

  3. Manangkata

Episode #2

  1. Salim Violin

  2. Rangga Purnama Aji

  3. Wake Up Iris!

 

Episode #3

  1. Rani Jambak

  2. Rotary Motion

  3. LAIR

Episode #4

  1. Felish CHC

  2. Numi Sonare

  3. Railroad Therapy

Tonton Festival Musik dalam Layar dengan mengunjungi pranala ini.

Tim di Balik Festival Musik dalam Layar

—————

 

Direktur Festival

Jay Afrisando

Kurator

Leilani Hermiasih

Nursalim Yadi Anugerah

Jay Afrisando

Administrator Program

Terry Perdanawati

Editor Video

Arif Angga

 

Profil Kurator Festival Musik dalam Layar

—————

​Leilani Hermiasih adalah penyanyi dan penulis lagu yang berada di balik nama panggung Frau. Di samping menyelesaikan disertasi terkait afek dan rasa dalam pembelajaran karawitan Jawa, ia juga memproduksi proyek-proyek musik lewat label musiknya, Sbatu Records.
 

Nursalim Yadi Anugerah adalah seorang komponis dan multi-instrumentalis asal Pontianak, Indonesia. Ketertarikannya dengan kosmologi, sonologi dan budaya di Kalimantan tersalurkan dalam pendekatannya yang unik terhadap komposisi dan instrumentasi. Sebagai etnomusikolog swadaya (DIY ethnomusicologist), ia giat dalam berkolaborasi bersama para musisi lokal untuk melestarikan dan juga menawarkan sudut pandang baru mengenai musik tradisi. Selama enam tahun terakhir, ia aktif sebagai Pengarah Artistik (artistic director) untuk Balaan Tumaan Ensemble, sebuah grup musik kontemporer dan laboratorium kreatif pelaku musik di Pontianak yang berbasis pada identitas lokal dan tradisi di Kalimantan.
 

Jay Afrisando adalah komponis musik dan seniman bunyi. Ia menggunakan bunyi dan media lainnya untuk berbagi kesadaran perihal manusia-alam-teknologi dan profil pendengaran yang beragam, yang diwujudkan melalui berbagai pendekatan seperti karya 2D dan 3D, audiovisual, partisipatoris, hingga multigenre. Saat ini menempuh pendidikan doktor di University of Minnesota. Inisiator dan kolaborator di Jay & Gatra Wardaya. Penghargaan yang pernah diterima meliputi Ambassador’s Award for Excellence 2019 dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dan Minnesota Emerging Composer Award 2016 dari American Composers Forum. Alumni OneBeat 2015 dan International Fellowship in Study of Korean Music 2014.

 

Hubungi Kami

—————

Jika ada pertanyaan terkait dengan Festival Musik dalam Layar, silakan mengirimkan email ke alamat berikut: kontak.fmdl@gmail.com.

Selain itu, kami juga membuka kesempatan kolaborasi dengan pihak lain yang tertarik dalam program ini. Untuk memberikan dukungan baik secara material maupun non-material untuk keberlangsungan program ini, silakan mengirimkan email ke alamat berikut: kontak.fmdl@gmail.com

 

Terima kasih.
Salam dari kami, tim
Festival Musik dalam Layar!

—————

logo statis & bergerak Festival Musik dalam Layar didesain oleh Jay Afrisando menggunakan p5.js, library Javascript untuk pemrograman kreatif

 

 

 

Festival Musik dalam Layar terselenggara berkat dukungan:

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook

© Jay Afrisando 2020