Sounding Indonesia, Indonesians Sounding:
A Compendium of Music Discourses

Panggilan untuk Berkontribusi

(Call for Submissions)

Editor: Jay Afrisando dan Muhammad Rayhan Sudrajat

Tenggat waktu pengumpulan naskah: 30 November 2022

 

Dibuka kesempatan untuk berkontribusi dalam buku Sounding Indonesia, Indonesians Sounding: A Compendium of Music Discourses.
 
Dalam dekade terakhir, perkembangan musik (di) Indonesia dapat dikatakan sangat pesat. Musisi perempuan dan seniman disabilitas makin menancapkan taringnya di banyak skena. Komposer dan seniman bunyi semakin merujuk pada keragaman manusia dan sistem sosial yang hidup di masyarakat. Praktisi yang berbasis di berbagai area di Indonesia makin mendapatkan panggungnya berkat internet, media sosial, dan beragam kesempatan. Musik masa kini kian melibatkan medium rupa, teks, bebauan, dan perabaan, bukan bunyi saja. Makna musik pun semakin kabur berkat beragamnya praktik kolaborasi dan penampilannya dalam berbagai bentuk dan ruang. Batas-batas geografi makin tipis dengan tersebarnya praktik musik secara luring (
in person) maupun daring (online) dan pergerakan senimannya di berbagai belahan dunia. Semua ini menunjukkan bahwa wajah musik (di) Indonesia sesungguhnya makin beraneka rupa.
 
Sayangnya, pesatnya musik (di) Indonesia belum diimbangi dengan pendidikan yang mestinya menjadi cermin akan fenomena yang ada dan pematik pemikiran terhadap kemungkinan peristiwa musik (di) Indonesia ke depan. Buku-buku yang digunakan dalam pendidikan musik formal dan nonformal di Indonesia masih banyak yang mengacu pada genre dan sistem musik klasik Barat semata. Selain itu, sebagian besar bahan rujukan dalam pendidikan musik di Indonesia masih mengacu pada perspektif yang cenderung mengagungkan supremasi kulit putih (
white supremacy) dan sistem kerja yang mengarah pada kolonialisme, ableisme, rasisme, kapitalisme, dominasi, dan diskriminasi lainnya. Selain itu, masih ada kesenjangan antara akademis(i) dan nonakademis(i) beserta berbagai stigma yang melekat terhadap keduanya. Ditambah lagi, akses pendidikan belum merata dan akses internet (bahkan listrik) masih jadi hambatan bagi teman-teman di luar pulau Jawa, sehingga akses terhadap bacaan/buku/jurnal menjadi terbatas di area pelosok.
 
Lewat
Sounding Indonesia, Indonesians Sounding: A Compendium of Music Discourses, kami mengundang kontribusi dari praktisi/penulis/pemikir musik dengan berbagai latar belakang (akademis dan nonakademis) dan sudut pandang (komposisi, studi bunyi, etnomusikologi, psikologi musik, fenomenologi, ontologi, akustik, desain dan teknologi, dll.). Bentuk kontribusi dapat berupa artikel tulisan ilmiah, artikel ulasan, dan pernyataan artistik. Kami juga membuka kesempatan kontribusi berupa artikel nonkonvensional, seperti peta pikiran (mind map) dan fiksi pendek. Selain semakin mengembangkan pengetahuan tentang musik dan bentuk pengetahuan itu sendiri, kami berharap beragamnya kontribusi dari teman-teman akan menampilkan representasi yang lebih akurat tentang praktik musik (di) Indonesia.

Berbagai kemungkinan topik:
 

  • praktik musik yang bermukim di dan berbasis pada masyarakat tertentu

  • musik, disabilitas, representasi disabilitas, dan partisipasi musisi dengan disabilitas

  • inovasi dalam sistem pendidikan musik

  • nilai dan sistem musik Indonesia masa kini

  • ragam praktik musik nonkonvensional, seperti teater musik, instalasi bunyi, teks suara (sound poem), jalan-jalan bunyi (soundwalk), musik game, dan musik di luar ‘panggung’ konvensional lainnya.

  • pernyataan artistik (artist statement) sesuai dengan praktik dan visi senimannya

  • bunyi, musik, ekologi ruang suara, dan hubungan dengan nonmanusia

  • musik, kesehatan, dan terapi

  • musik, distribusi, keberlanjutan ekosistem seni, dan politik pendanaan

  • wawancara dengan atau biografi praktisi/pemikir musik

  • hakikat musik dan kajian pendengaran (fenomenologi, ontologi, atau epistemologi)

dll.

Setelah proses pencetakan selesai, buku Sounding Indonesia, Indonesians Sounding: A Compendium of Music Discourses akan didistribusikan secara gratis kepada institusi pendidikan, perpustakaan, dan komunitas di seluruh Indonesia yang membutuhkan. Selain itu, versi digital buku ini juga akan didistribusikan secara gratis.

Ketentuan

 

Kesempatan ini terbuka untuk WNI, berdomisili di wilayah Republik Indonesia maupun di luar Republik Indonesia.

Ketentuan tulisan:

 

  • Tidak ada minimal jumlah halaman. Maksimal 20 halaman (tanpa bibliografi).

  • Jika menyertakan bibliografi, bibliografi boleh ditulis dengan format apapun asal konsisten.

  • Tulisan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

  • Tulisan disimpan dan dikirimkan dalam format Word (docx/doc/odt).

  • Tulisan yang dikirimkan boleh berupa tulisan yang pernah diterbitkan (asal tidak ada masalah hak cipta dengan penerbit sebelumnya).

  • Jika menyertakan foto atau gambar dalam tulisan, pastikan Anda memiliki hak untuk menggunakan foto atau gambar tersebut.

 
Kirimkan tulisan dan biografi singkat penulis (maksimal 50 kata) melalui email ke jay@jayafrisando.com dengan subjek email: <NAMA>_KONTRIBUTOR BUKU (contoh: WATIK_KONTRIBUTOR BUKU) maksimal tanggal
30 November 2022.

Kontributor yang tulisannya terpilih untuk diterbitkan dalam buku ini akan dihubungi maksimal tanggal 5 Desember 2022.

Masing-masing kontributor akan mendapatkan 5 eksemplar buku yang akan dikirimkan ke alamat di Indonesia. Kontributor yang berdomisili di luar Indonesia dapat memilih buku tersebut dikirimkan ke alamat perwakilannya di Indonesia maupun mendonasikan buku tersebut ke institusi/organisasi dengan memberikan alamatnya kepada kami.

Projek buku Sounding Indonesia, Indonesians Sounding: A Compendium of Music Discourses ini didukung secara parsial oleh KOFICE (Korean Foundation for Cultural Exchange Program) sebagai bagian dari Cultural Partnership Initiative Program untuk mendanai pencetakan, penerjemahan, desain dan tata letak, dan distribusi.