Deskripsi Visual & Teks Polos
Teks Pameran
Dalam Menaut Waktu. Merekam Jejak., bagian dari Atelier KITLV-Framer Framed Artist in Residence 2025-26 dan GIK Exhibition Series #2
Teks Polos
Menaut Waktu. Merekam Jejak.
Pameran arsip dan kontraarsip kolaboratif oleh Jay Afrisando, Ba(WA)yang Production, Teater Braille, SAPDA, dan Sedikit Terlibat.
Menaut Waktu. Merekam Jejak. menyajikan praktik arsip dan kontraarsip kolaboratif bertumbuh yang bertujuan untuk menggali persepsi terhadap disabilitas dari masa prakolonial ke pascakemerdekaan hingga sekarang. Pameran ini berusaha menelaah berbagai faktor kompleks yang membentuk wacana tentang disabilitas melalui seni, arsip, tubuh, dan praktik kolaboratif antara seniman, peneliti, komunitas, dan kawan-kawan dengan disabilitas. Pameran ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara masa lampau dan masa kini, antara arsip konvensional dan pengalaman yang tak tercatat, serta antara manusia.
Pameran ini bermula dari penelitian arsip oleh Jay Afrisando di KITLV (Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Asia Tenggara dan Karibia) serta penelitian lapangannya di Indonesia selama Atelier KITLV-Framer Framed Artist in Residence 2025-26. Alih-alih sekadar menampilkan temuan arsip, Jay berkolaborasi dengan Ba(WA)yang Production, Teater Braille, SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak), dan Sedikit Terlibat untuk mengkurasi, merespons temuan arsip, dan memproduksi kontraarsip bersama.
Dalam pameran ini, disabilitas dipandang melalui perspektif dekolonialisme, antiableisme, serta persimpangan lintas paradigma dan bidang. Pameran ini mengajak publik untuk memahami mengapa dan bagaimana stigma, medikalisasi, segregasi, dan praktik belas kasihan masih bertahan hingga hari ini. Pemahaman ini juga memungkinkan kita untuk menelisik diskriminasi dan ketidaksetaraan yang terjadi, bahkan pada mereka yang tidak mengidentifikasi diri sebagai difabel sekalipun, serta membuka pandangan kita tentang beragam konstruksi pengetahuan dan praktik yang penuh ketimpangan. Maka, membaca (kembali) disabilitas adalah membaca dunia serta membayangkan dan mewujudkan masa depan yang berbeda.
Pameran Menaut Waktu. Merekam Jejak. merupakan kolaborasi Jay Afrisando, Ba(WA)yang Production, Teater Braille, SAPDA, dan Sedikit Terlibat, sebagai bagian dari program Atelier KITLV–Framer Framed Artist in Residence 2025–26, yang diselenggarakan dengan dukungan Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Institute of International Studies UGM, University of California Santa Cruz, dan GIK UGM.
Terima kasih kepada Emily Shin-Jie Lee (Framer Framed), Dewi Laurente (Framer Framed), Francio Guadeloupe (KITLV), Tom Hoogervorst (KITLV), Nurul Saadah (SAPDA), Ayatullah Rohullah K. (SAPDA), Safiye Yanar (Koninklijke Kentalis), Dwi Nugroho (Yaketunis), Hans Pols (University of Sydney), meLê yamomo (Universiteit van Amsterdam), Teuku Reza Fadeli (Universitas Indonesia), Adrian Perkasa (KITLV), Khoirus “Yus” Sa’diyah-Broersma (Bronbeek Museum), dan Wahyu “Faii” Rahmadullah (Ba(WA)yang Production).
Logo-logo: KITLV, Framer Framed, Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Institute of International Studies Universitas Gadjah Mada, Ba(WA)yang Production, Teater Braille, SAPDA, Sedikit Terlibat, UC Santa Cruz, GIK UGM.
Tim Pameran
Kurator, Peneliti, dan Seniman Utama
Jay Afrisando
Rekan Peneliti & Kurator
Terry Perdanawati
Rekan Kurator
Broto Wijayanto
Nelsi
Rekan Peneliti
Rini Rindawati (SAPDA)
Slamet Thohari (Sedikit Terlibat)
Seniman Kolaborator dan Kontributor
Alexandra “Andra” Jessica Tatianna, Alifa (Ba(WA)yang Production), Alisa (Ba(WA)yang Production), Amanda “Tyas” Udayaningtyas, Andra (Ba(WA)yang Production), Aqila (Ba(WA)yang Production), Arief Wicaksono (Ba(WA)yang Production), Arka (Ba(WA)yang Production), Artemius Besta, Aulia Rachmi Kurnia, Ayahnya Doni Arka, Bimbi (Ba(WA)yang Production), Christianto “Anto” Harsadi, Clara Vania Puspita, Dasha (Ba(WA)yang Production), Dela Puspita, Deni Setyanugroho, Desta, Devina Lisdiyanty, Doddy Micro (Ba(WA)yang Production), Fardhi (Ba(WA)yang Production), Fauzi Muhammad Haidi, Gabra Mikael, Hans Pols (University of Sydney), Hario Efenur, Iqbal (Ba(WA)yang Production), Jingga (Ba(WA)yang Production), Langit, Leilani Hermiasih, Milan (Ba(WA)yang Production), Mitro, Nadya (Ba(WA)yang Production), Nadya Annisa Raharjo, Nala (Ba(WA)yang Production), Nawala Aji Pradana, Ndaru Patma Putri, Nuraini “Ida” Hidayati, Gabra Mikael, Qilla (Ba(WA)yang Production), Rani Jambak, Rayna (Ba(WA)yang Production), Reyhan (Ba(WA)yang Production), Rheninta “Ninit Ungu” Herta Riwungudewi, Rika Aprinda, Sholeh “Sols Imut”, Sulistyo “Cublik”, Syifa (Ba(WA)yang Production), Vino (Ba(WA)yang Production), Wahyu (Ba(WA)yang Production), Wahyu Ishlakhuddin Ar Mansyah, Wildan Aulia Rizqi Ramadhan, Yayas Christy, Yuda Wira Jaya (Teater Braille), Zakka Nurul Giffani Hadi (Ba(WA)yang Production), Zia (Ba(WA)yang Production)
Manajer Produksi
Suci Yuana Lestari
Asisten Produksi
Chivalrous Elnatan Nugrajati
Desainer Pameran
Dito Susanto
Desainer Grafis Pameran
Juan Constantine Elang Perkasa
Desainer Grafis Publikasi
Juan Constantine Elang Perkasa
Dian Adi Marianto
Tim Produksi Pameran
Dito Susanto
Agus Susanto
Noviansah Dwi Saputra
Maulana Sakti
Koordinator Aksesibilitas
Terry Perdanawati
Jay Afrisando
Nelsi
Broto Wijayanto
Gallery Sitter/Mahasiswa Peneliti
Adinda Falih Suryadi Wijaya, Adzra Shafiya Fitri Nasution, Albertha Cahyaning Setyandini, Alifah Hanin, Amelia Zahrah, Azka Nadia N, Dzulqarnain, Dewi Anisa Tsany K, Elma Sarah Rahel Loupatty, Evi Septiani A.P., Faris Faza Zharfan R.R, Fazni Areza, Fukayna Lesandra, Halena Rachel A, Hasna Hanifah F.N., Imelda Romadhoni Anhaqiqi, Juliana Putri Amiruddin, Kayla Maharani, Kinan Hayuwimala, Lebda Taqiyya A, Leila Maudina Aristawati, Marcia Adeleide I R M, Nanda Khairunnisa, Princessy nirvana mindy kadsulatida, Sakura Hana Rizki Izzati, Salvia Patricia Nibenia Gulo, Sefila Nesya D., Septi Dewi S., Septi Sabam Maingot, Tara Kesia Abigail Br Brahmana, Vladimira Era Uruhara Fonseca de Safi’i Putri, Zahra Mawadda